Minggu, 05 Oktober 2014

Laporan Praktikum Biologi


                                                 BAB I
                                       PENDAHULUAN 

A.     Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang kemungkinan gen-gen yang di bawa oleh gamet akan bertemu secara acak  (random).

B.      Manfaat Praktikum 
·     
 1.  Dengan mempelajari cara pewarisan gen tunggal akan dimengerti mekanisme pewarisan suatu sifat dan bagaimana suatu sifat tetap ada dalam populasi. Demikian juga akan dimengerti bagaimana pewarisan dua sifat atau lebih. 
   2. Dapat membantu  agar lebih memahami proses pewarisan sifat pada makhluk hidup. 
  3. Berguna sebagai teori yang dapat membantu dalam hal perkembangbiakan Makhluk hidup. 

BAB II

DASAR TEORI


            Teori pertama tentang sistem pewarisan yang dapat di terima kebenarannya dikemukakan oleh George Mendel pada tahun 1685. Teori ini diajukan berdasarkan penelitian persilangan berbagai varietas kacang ercis (Pisum Sativum). Dalam percobaannya Mendel memilih tanaman yang memiliki sifat biologi yang mudah diamati. Alasan dan keuntungan menggunakan tanaman ercis yaitu, ^tanaman ercis tidak hanya memiliki bunga yang menarik, tetapi juga memiliki mahkota yang tersusun sehingga melindungi bunga ercis terhadap fertilisasi oleh serbuk sari dari bunga yang lain, ^penyerbukan silang dapat dilakukan dengan bebas dan akurat, dapat dipilih mana tetua jantan dan betina yang diinginkan, ^mendel dapat mengumpulkan benih dari tanaman yang disilangkan, kemudian menumbuhkannya dan mengamati karateristik keturunannya.
            Mendel mempelajari beberapa pasang sifat pada tanaman ercis. Masing-masing sifat yang pelajari adalah tinggi tanaman, warna bunga, bentuk biji, dan lain-lain yang bersifat dominan dan resesif. Mula-mula Mendel mengamati dan menganalisis data untuk setiap sifat, dikenal dengan istilah. Mula-mula Mendel mengamati dan menganalisis data untuk setiap sifat, dikenal dengan istilah monohibrid. Selain itu, Mendel juga mengamati data kombinasi antar sifat, dua sifat(dihibrid), tiga sifat(trihibrid), dan banyak sifat(polihibrid).
            Varietas-varietas yang disilangkan disebut induk atau parental (P). Biji-biji hasil persilangan antar parental disebut biji filial (F1). Tanaman yang tumbuh dari biji F1 dibiarkan menyerbuk sendiri untuk menghasilkan biji generasi berikutnya (F2). Dalam percobaannya, Mendel mengamati sampai generasi F7, dan juga melakukan persilangan antara F1 dengan salah satu parental (P) (test cross).
            Hasil percobaan monohibrid menunjukkan bahwa pada seluruh tanaman F1 hanya salah satu sifat dari parental yang muncul. Pada generasi F2, semua ciri yang di miliki oleh parental yang disilangkan muncul kembali. Sifat parental yang tertutup disebut sifat resesif, dan yang menutupi disebut dominan. Dari seluruh percobaan monohibrid untuk 7 sifat yang diamati pada F2 terdapat perbandingan yang mendekati 3:1 antara jumlah individu dengan ciri dominan:resesif.
            Sebagai salah satu kesimpulan dari percobaan monohibridnya, Mendel menyatakan bahwa setiap sifat organisme ditentukan oleh faktor, yang kemudian disebut gen. Faktor tersebut kemudian diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam setiap tanaman tterdapat dua faktor untuk masing-masing sifat, yang kemudian dikenal dengan istilah 2 alel; satu faktor berasal dari parental jantan dan satu lagi berasal dari parental betina. Dalam penggabungan tersebut, setiap faktor tetap utuh dan selalu mempertahankan identitasnya. Pada saat pembentukan gamet, setiap faktor dapat dipisah kembali secara bebas. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Hukum Mendel I, yaitu hukum segregasi. Perbandingan pada F2 untuk ciri dominan : resesif = 3:1, terjadi karena adanya proses penggabungan secara acak gamet-gamet betina dan jantan dari tanaman F1.
            Pada manusia diketahui bahwa rambut keriting adalah dominan terhadap rambut yang lurus. Sebagai contoh seorang pria berambut keriting heterozigot menikah dengan wanita yang juga berambut keriting heterozigot. Dengan hukum Mendel dapat dihitung bahwa kemungkinannya 1:4. Apabila mereka mempunyai 3 anak dan semuanya berambut lurus, apakah ini berarti anak itu adalah hasil dari luar pernikahan? Tentu tidak, karena hukum Mendel hanya memberikan proporsi gen saja tetapi tidak menentukan alel apa yang terdapat dalam sel telur atau sel sperma yang kemudian menjadi keturunan diatas. Dalam hal ini analisis statistik merupakan salah satu alat yang tepat untuk menjawab permasalahan ini.
                        Dan persilangan dihibrida merupakan perkawinan dua individu dengan dua tanda beda. Persilangan ini dapat membuktikan kebenaran Hukum Mendel II yaitu bahwa gen-gen yang terletak pada kromosom yang berlainan akan bersegregasi secara bebas dan dihasilkan empat macam fenotip dengan perbandingan 9:3:3:1.  Kenyataannya, seringkali terjadi penyimpangan atau hasil yang jauh dari harapan yang mungkin disebabkan oleh beberapa hal seperti adanya interaksi gen, adanya gen yang bersifat homozigot letal dan sebagainya (Bhimasarf, 2009).

BAB III

METODE PERCOBAAN


A.     Alat dan Bahan
·         Kancing genetika
·         Tempat kancing(kantung)

B.      Prosedur Kerja
1.      Persiapkan dua buah kantong yang masing-masing berisi 24 kancing genetika yang terdiri atas:
a.      6 merah-hijau(M.H.)=bunga merah dan biji hijau.
b.      6 merah-kuning(M.hh)=bunga merah dan biji kuning.
c.       6 putih-hijau(mmH.)=bunga putih dan biji hijau.
d.      6 putih-kuning(mmhh)=bunga putih dan biji kuning.
Kantong ini diumpamakan alat kelamin individu dihibrid, sedangkan kombinasi kancing tersebut merupakan gamet-gamet yang di bentuk hibrid itu.
2.      Ambil satu kancing dari salah satu kantung kemudian sandingkan dengan kancing yang diambil dari kantung yang lain.
3.      Catat hasilnya.
4.      Ulangi percobaan sampai 10 kali.
5.      Catat hasil keseluruhannya dalam bentuk tabel seperti berikut.



Pengambilan ke-
M.H.
M.hh
mmH.
mmhh
1.
2.
3.
...
10.




jumlah






BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


A.     Hasil Pengamatan
Pengambilan ke-
M.H.
M.hh
mmH.
mmhh
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10.
12
13
14
10
11
15
15
15
15
13
5
6
4
7
6
5
4
3
3
4
5
4
4
6
5
1
5
3
5
4
2
1
2
1
2
3
-
3
1
3
Jumlah
133
47
42
18
Penghitungan
133÷10=13.3
47÷10=4.7
42÷10=4.2
18÷10=1.8
13.3÷1.5=8.8
4.7÷1.5=3.1
4.2÷1.5=2.8
1.8÷1.5=1.2
Hasil Akhir
9
3
3
1
B.      Pembahasan
Dari percobaan tes imitasi genetis yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa ternyata kemungkinan atau peluang yang dimiliki tiap gen itu berbeda. Dan setiap kemungkinan gen itu memiliki peluang, namun persentase peluang tiap gen itu berbeda.
Gambaran tentang kemungkinannya gen-gen yang dibawa oleh gamet-gamet akan bertemu secara acak (random) juga berbeda. Dalam  pengamatan, tiap uji percobaan memperlihatkan hasil yang berbeda-beda.
Dari percobaan diperoleh 133 M.H (Merah, hijau ), 47 M.hh (Merah, kuning), 42 mmH.(Putih, hijau), dan 18 mmhh (Putih, kuning).  Jika menurut teori Mendel karena bersifat dihibrid  maka perbandingan fenotipnya 9:3:3:1. Kemudian, untuk mendapatkan perbandingan fenotipnya, total terambilnya kancing genetika pada M.H, M.hh, mmH. dan mmhh  dibagi dengan jumlah percobaan yaitu 10

Hasil yang didapatkan jika diambil rata-rata memperlihatkan hasil M.H.jika diambil nilai persentase garis besarnya diperoleh sekitar 55,4 %, dan M.hh memperlihatkan peluang sekitar 19,58 %, pelung untuk mmH. .adalah sekitar  17,5 %  dan peluang untuk mmhh lebih kecil dari peluang terambilnya yang sebelumnya sekitar 7.5 %.

Jadi, dari hasil percobaan yang dilakukan sudah sesuai dengan teori Mendel tentang pemilahan bebas dimana gen-gen yang dibawa oleh gamet-gamet tertentu akan bertemu secara acak, pertemuan ini dimisalkan dengan biji genetis merah hijau (MH), merah kuning (Mh), putih hijau (mH), dan putih kuning (mh). Yang menunjukkan bahwa gen-gen tersebut bertemu secara acak sehingga menghasilkan kombinasi-kombinasi yang menghasilkan M.H (Merah, hijau ),  M.hh (Merah, kuning),  mmH.(Putih, hijau), dan mmhh (Putih, kuning).  Sehingga ketika dilakukan penggolongan hasil yang diperoleh mendekati rasio fenotip 9:3:3:1 sesuai dengan Hukum Mendel

BAB V

 KESIMPULAN

                Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan dengan menggunakan biji genetis sebagai imitasi perbandingan genetis diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa gen-gen yang dibawa oleh gamet-gamet tertentu akan bertemu secara acak atau random membentuk kombinasi-kombinasi yang menghasilkan fenotip dengan rasio mendekati perbandingan 9:3:3:1, sesuai dengan Hukum Mendel II dimana gen-gen yang menentukan sifat-sifat yang berbeda dipindahkan secara bebas satu dengan yang lain dan akan terjadi pilihan acak pada keturunannya.
Berdasarkan hasil praktikum kita dapat menarik kesimpulan bahwa terdapat gambaran tentang gen-gen yang diperoleh dari gamet-gamet yang dipilih secara acak atau random dan hasil yang diperoleh sesuai dengan teori Hukum Mendel atau tidak melenceng dari apa yang telah ditetapkan dan telah nonsignifikan.

Referensi :




1 komentar:

  1. Best casino games at Mohegan Sun - Mapyro
    Mohegan Sun is a five-minute drive from Mohegan Sun Arena and features 의정부 출장마사지 a bowling alley and an indoor pool. · The casino also 김해 출장안마 has a number 거제 출장마사지 of restaurants  Rating: 8.1/10 · ‎6,657 votes · ‎Price 논산 출장샵 range: $$How is Mohegan Sun rated?What days are Mohegan Sun 여수 출장샵 open?

    BalasHapus